B R E A K
Hallo, udah lama banget nih gak pernah nulis lagi. Biasanya kalau mau curhat, saya curahkan semua perasaan di tumblr. Namun berhubung Tumblr sudah di blok oleh kominfo, jadi terpaksa buat blog baru lagi. Padahal blog sebelumnya banyak berisi kenangan2 tentang mantan *eh kehidupan ding *eaaaaa.
Jadi gini, saya mau curhat tapi cerita nya sedih. kenapa yaa hal yang harus di share itu kesedihan. Hmm Sorry deh, soalnya gak tau harus ngomong ke siapa. Malu juga kalau curhat ke orang lain. Jadi saya curhat ke diri sendiri aja melalui blog ini. Semoga gak ada yang baca juga tulisan yg seperti butir butiran rengginang kek gini.
Hari ini, 26/05/2018
Saya akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan kejelasan status hubungan kita. Hmm, berat memang namun apalah daya, agar diri ini terhindar dari kegalauan sepanjang masa. Cerita singkat dulu ya, tentang hubungan kita. Jadi, saya punya pacar (anggapan saya sih dia pacar saya, haha) dia itu adek tingkat saya pada saat kuliah, kita ketemu lagi setelah sekian lama tidak berjumpa. Masih ingat pertemuan kita itu di Whats Up Cafe Tebet, mungkin sekitar bulan Januari 2017. Sebenernya awalnya cuma mau ketemuan aja sih karena penasaran sama dia yang sekarang. Jujur, dulu pas kuliah emang dia sudah menarik perhatian saya, tetapi dulu kayak yang gak memungkinkan aja buat menjalin hubungan.
Sempat malu-malu awalnya pada saat kita janjian mau ketemu, sebut saja cowok itu Ikhsan emang nama dia kali. Ikhsan bilang sekarang dia udah gendut, mungkin maksud dia bilang kayak gitu intinya supaya saya tidak kaget melihat perubahannya. Tapi so far saya gak masalah sih sama hal itu. singkat cerita, setelah pertemuan di cafe tersebut, mungkin agak sedikit berkesan yaa bagi Ikhsan. Tapi buat saya sih sebenarnya biasa saja, awalnya saya juga tidak ingin berharap banyak sama Ikhsan. Namun di awal-awal dia terus follow up. Pedekate, kirim pesan2 yang sok romantis.
Akhirnya, bulan July, 2nd 2017 kita jadian di pangandaran. Saya juga kesana diajak oleh dia, saat itu sih senang rasanya sampai banyak masalah menerpa kita berdua. Entah kenapa setelah jadian, masalah justru banyak muncul. Kita sering banget berantem, diem dieman dn Ikhsan tuh orangnya cuek banget. Setiap ada masalah dia gak mau bicarain, akhirnya lama2 terakumulasi jadi semakin besar.
Sebenenya saya tidak tahu detail apa masalahnya, sampai-sampai ikhsan bersikap dingin. Ya, mungkin saya banyak salah sama dia, kalau marah saya suka berkata kasar, berkata kasar dalam arti ngomong "Gue dan Elo" Saya gak pernah ngeluarin kalimat2 provokatif atau kebun binatang atau kalimat kotor lainnya. Serius deh, kalau gak percaya tanya aja sama teman2 saya dari kecil sampai sekarang.
Saya ngerasa sudah berbuat banyak buat Ikhsan, saya sering bantuin dia di masa sulitnya. Misal dia sedang dalam kesulitan ekonomi, saya pun sering bantu dia. Atau dia sedang dalam masalah, saya pun sering berikan dia support, dukungan moral dan pemahaman spiritual. Saya pun gak pernah minta apa apa dari dia, saya gak pernah meminta dibelikn ini itu, atau di traktir ini itu. Sebenernya kalau saja dia lebih perhatian kpd saya, itu sudah cukup.
Saat ini saya sedang merasa tertekan, merasa sedang berada di posisi paling bawah dalam hidup. Saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan pada bulan january 2018, sampai saat ini saya belum bekerja lagi, Namun pada saat saya sangat mebutuhkan support dari sang pacar, dia tidak pernah berada disamping saya. Saya bingung, mungkin dia tidak mencintai saya seperti saya mencintai dia.
Sampai akhirnya hari ini, saya memutuskan untuk bertanya langsung. Sebenarnya beberapa kali saya meminta putus dari dia, namun dia tidak pernah merepons atau memberikan jawaban. Padahal seharusnya saya sudah tau ya bahwa diam berarti setuju.
Pada dasarnya sifat wanita yang membutuhan kepastian ini muncul. Saya hanya ingin tahu langsung apakah dia benar2 ingin memutuskan hubungan dengan saya. Lalu dia bilang 'Ya' rasanya dunia ini runtuh seketika, saya sangat sedih namun mungkin ini yang terbaik.
Saya cuma ingin Ikhsan tau, bahwa saya itu tulus dan sayang sama dia. Ikhsan bilang, bahwa dia sadar diri dan gak pantas buat saya. Saya tidak tahu kenapa dia berkata seperti itu, tapi mungkin itu hanya alasan klasik laki-laki. Hmm,, saya merasa tertipu saja selama ini. Ketulusan yang saya berikan untuknya tidak pernah dia hargai. Saya mencintai dia apa adanya, saya sudah menerima semua kekurangannya. Namun dia tidak ingin bertahan dalam hubungan ini. Ya, saya akui saya sering marah & merajuk, namun saya rasa semua wanita seperti itu.
Saya berharap saya bisa mengetahui sifat buruk dalam diri say sendiri yang membuat orang yang saya cintai menjauhi saya, saya sudah menanyakan hal ini kepada ikhsan, tapi dia tidak mau memberitahu. Padahal saya benar benar membutuhkan hal tersebut, karena saya tidk terlalu pintar untuk melihat sisi negatif dalam diri saya sendiri. I really want to fix that thing, menekan ego, membuat segalanya berjalan lancar dan sesuai harapan.
Semoga semua hal yang saya lalui bisa menjadi pelajaran hidup yang berarti untuk saya, saya ingin menikah tahun ini. Semoga Allah mempertemukan saya dengan seseorang yang bisa menerima saya apa adanya, yang bis memperbaiki sifat buruk saya, membimbing dan mendidik saya.
Oh ya, satu hal lagi yang belum pernah saya sampaikan ke ikhsan, sebelum saya bertemu dia saya memang sudah pernah memikirkan nya, saya berpikir tentang kabar dia sekarang ini kegiatan yang dia lakukan, dll. Sampai akhirnya Allah yang mempertemukan kita, saya percaya Allah tidak pernah mempertemukan seseorang secara kebetulan. Pasti ada hikmah dan rencana dibalik semua pertemuan ini. Semoga Ikhsan juga bisa bertemu dengan wanita yang bisa mengerti dia dengan baik, yang sesuai dengan kriteria nya.
Wassalam :)
Komentar
Posting Komentar